Rabu, 26 Oktober 2011

Bangkai Satelit Sebesar Minivan Jatuh di Teluk Benggala



Jakarta - 24 September lalu bangkai satelit sebesar bus, Upper Atmospheric Research Satellite (UARS) jatuh ke Bumi. Sebulan kemudian, giliran bangkai satelit sebesar minivan yang jatuh. Bangkai satelit 2,7 ton itu jatuh di Teluk Benggala.

Satelit yang telah menjadi sampah antariksa itu milik Jerman, bernama Roentgen atau ROSAT. Satelit berusia 21 tahun itu memasuki atmosfer Bumi pada Minggu 23 Oktober lalu. Demikian dikutip dari space.com, Selasa (25/10/2011).



Pejabat di badan ruang angkasa Jerman memastikan, serpihan pesawat itu jatuh di Teluk Benggala di timur laut Samudera Hindia. Namun belum diketahui berapa sisa fragmen satelit tersebut yang jatuh ke permukaan Bumi setelah terbakar di atmosfer.

"Dengan masuk kembalinya ROSAT, salah satu misi paling sukses Jerman di ruang ilmiah telah sampai pada kesimpulan akhir," kata Ketua Dewan Eksekutif Pusat Luar Angkasa Jerman (DLR), Johann-Dietrich Worner.

Diperkirakan puing-puing satelit telah terkubur di air. Menurut pejabat DLR, waktu tepat dan lokasi kembali masuknya ROSAT dihitung menggunakan data jalur orbit satelit. Selain itu digunakan informasi pelacakan lain yang disediakan oleh mitra internasionalnya, termasuk Amerika Serikat. Ilmuwan sempat memperkirakan, saat jatuh ke Bumi, satelit ini pecah hingga 30 serpihan besar.

ROSAT merupakan teleskop satelit sinar-X asal Jerman yang diluncurkan pada 1 Juni 1990 silam. Satelit ini bertugas selama 8 tahun hingga 12 Februari 1999. Pada 1998, ROSAT mengalami kegagalan yang menyebabkan kamera onboard-nya mengarah langsung ke matahari. Hal ini secara permanen merusak ROSAT sehingga dinonaktifkan pada Februari 1999.

Sampah antariksa berupa satelit atau roket, umumnya jatuh tak terkendali saat masuk ke Bumi. Namun peluang mengenai manusia atau properti sangat sedikit. Bahkan saat UARS yang lebih besar dari ROSAT jatuh ke Bumi, peluang mengenai manusia 1:3.200. Ilmuwan NASA mengklaim hingga saat ini belum ada korban atau cedera serius akibat tertimpa puing satelit.

Sumber

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar disini