Minggu, 30 Oktober 2011

Kadal Air Raksasa Malaysia 'Saingan' Komodo


Dikenal sebagai Sei Keok Ser atau dalam Bahasa Kanton berarti 'ular berkepala empat'.

VIVAnews -- Pemerintah Malaka, Malaysia berniat memperkenalkan kadal air raksasa sebagai bagian atraksi pariwisata untuk para turis asing.

Ketua Komite Pariwisata, Pusaka, dan Budaya, Datuk Latiff Thamby Chik  mengatakan, hewan itu menambah fitur wisata yang ada di sepanjang 4,5 kilometer sungai di Malaka.

"Mungkin biasa bagi penduduk lokal melihat kadal raksasa muncul dari sela-sela tanaman bakau, beberapa bahkan tak menyukai kehadirannya,"kata dia, seperti dimuat The Star, Rabu 1 Juni 2011. "Namun bagi turis asing, akan sangat menarik karena  tak bakal menemukannya di negara mereka."

Dikenal sebagai Sei Keok Ser atau dalam Bahasa Kanton berarti 'ular berkepala empat' ini adalah salah satu kadal terbesar di dunia. Dia bisa hidup di habitat yang tak bisa mendukung kehidupan karnivora lain.

Rabu, 26 Oktober 2011

Bangkai Satelit Sebesar Minivan Jatuh di Teluk Benggala



Jakarta - 24 September lalu bangkai satelit sebesar bus, Upper Atmospheric Research Satellite (UARS) jatuh ke Bumi. Sebulan kemudian, giliran bangkai satelit sebesar minivan yang jatuh. Bangkai satelit 2,7 ton itu jatuh di Teluk Benggala.

Satelit yang telah menjadi sampah antariksa itu milik Jerman, bernama Roentgen atau ROSAT. Satelit berusia 21 tahun itu memasuki atmosfer Bumi pada Minggu 23 Oktober lalu. Demikian dikutip dari space.com, Selasa (25/10/2011).

Minggu, 16 Oktober 2011

Monster Kutub berkali-kali Lebih Ganas dari T-rex


Tyrannosaurus rex alias T-rex mungkin tak ada apa-apanya dibandingkan seekor reptil raksasa yang pernah hidup di laut Arktik, Kutub Utara, pada zaman Jurassic. Gigitannya diperkirakan sanggup untuk menghancurkan sebuah mobil.



Monster laut yang disebut Predator X ini diperkirakan hidup 147 juta tahun lalu. Fosilnya ditemukan di Svarbald, Norwegia, dan baru digali sebagian tengkoraknya pertengahan tahun 2008.

“Dengan tengkorak lebih dari 3 meter, Anda bisa bayangkan begitu kuat gigitannya,” ujar Joern Hurum, Associate Professor Paleontology Vertebrata di Museum Sejarah Nasional Universitas Oslo yang memimpin penggalian. Giginya saja masing-masing sepanjang 30 sentimeter.

T-Rex Ternyata 3 kali lebih Besar Dari Dugaan


Tyrannosaurus Rex ternyata tumbuh lebih besar dan cepat dari dugaan semula, menurut sebuah penelitian terbaru.

Seperti yang dikutip dari AFP, Kamis (13/10/2011), menurut penelitian berdasarkan metode perbandingan skala dengan ukuran kerangka asli yang dilakukan oleh para ilmuwan Inggris dan Amerika Serikat (AS), diungkap bahwa ternyata ukuran dari T-Rex ternyata lebih besar dari dugaan semula.

Para ilmuwan melakukan perbandingan dengan menggunakan model kerangka buatan secara digital dari sebuah kerangka T-Rex. Hasilnya menunjukkan bahwa dinosaurus terkenal tersebut ternyata ukurannya sepertiga lebih besar dan tumbuh dua kali lebih cepat untuk menjadi dewasa dari dugaan semula.

Top 10 Penemuan Arkeologi Teraneh dan Misterius

Top 10 Penemuan Arkeologi Teraneh dan Misterius :

1. The Shroud of Turin (kain kafan dari Turin)


Kain Kafan dari Turin adalah kain linen bantalan gambar seorang pria yang tampaknya telah mengalami trauma fisik dengan cara yang konsisten dengan penyaliban Yesus Kristus. Kain linen ini adalah potret seluruh badan dgn ukuran 14 kaki, 3 inci panjang dengan 3 kaki, 7 inci lebar. kafan ini dibungkus sutra merah dan telah disimpan di dada perak di Kapel Kain Kafan Suci di Katedral St. john the Baptist di Turin, Italia sejak 1578. asal usul Artefak dan gambarnya telah menjadi subyek perdebatan di kalangan ilmuwan, sejarawan, dan peneliti. Orang2 yg beriman berpendapat bahwa kain kafan adalah kain yang ditempatkan pada tubuh Yesus Kristus pada saat pemakaman-Nya, dan bahwa citra wajah adalah wajah Kudus Yesus. Para penentang berpendapat bahwa usia bahan kain kafan pada penyaliban Yesus oleh lebih dari seribu tahun. Pada tahun 1988, radiokarbon kencan dilakukan pada kain kafan dalam upaya untuk menentukan keaslian relik itu. Tes ini menunjukkan bahwa kain itu ditenun antara 1260 dan 1390 M, lebih lambat dari zaman Yesus.Hasil ini telah ditantang oleh peer-review jurnal dan banyak kritikus telah mengangkat pertanyaan tentang sifat asli dari sampel yang digunakan dalam ujian. Gereja Katolik tidak secara resmi menyetujui atau menolak kain kafan tersebut, tetapi pada tahun 1958 Paus Pius XII menyetujui gambar itu diasosiasikan wujud kecintaan/pembaktian Katolik Roma untuk Wajah Kudus Yesus. Pada tanggal 28 Mei, 1898 fotografer amatir Italia Secondo Pia mengambil foto pertama kain kafan dan terkejut dengan apa yang dia temukan. Yang negatif memberikan penampilan citra positif, yang menunjukkan bahwa kain kafan itu sendiri adalah negatif dari beberapa jenis. Gambar analisis oleh para ilmuwan di Jet Propulsion Laboratory menemukan bahwa alih-alih seperti foto negatif, gambar tiba-tiba memiliki sifat decoding menjadi gambar 3-D. Sifat ini tidak bisa direplikasi oleh peneliti. Satu teori adalah bahwa gambar pada kain kafan adalah hanya lukisan. pihak yg skeptis dan pendukung cenderung memiliki posisi yang sangat kuat pada pembentukan dan penemuan Kain Kafan dari Turin. Pada saat itu terjadi kontroversi ilmu versus pembentukan sumuran ilahi, yang membuat dialog menjadi sangat sulit. Kain Kafan dari Turin tetap menjadi salah satu artefak paling misterius di dunia.